Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran

Memanas! Serangan Amerika Serikat menghantam beberapa lokasi di kota pelabuhan Bushehr di selatan Iran, tempat berdirinya satu-satunya pembangkit nuklir sipil di negara itu.
"Beberapa menit yang lalu, beberapa lokasi di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh Amerika," kata Gubernur Bushehr, Mohammad Mozaffari, seperti dikutip oleh kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA, dilansir kantor berita AFP, Senin .
Belum ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidak korban akibat serangan AS tersebut.
Otoritas Iran melaporkan lebih dari 50 orang tewas di Iran akibat rentetan serangan AS sejak 27 Juni lalu.
Kementerian Kesehatan Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin , melaporkan pada Minggu bahwa lebih dari 50 orang tewas sejak AS melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut pada 27 Juni lalu. Terdapat lima wanita dan dua anak-anak di antara korban tewas tersebut.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, juga melaporkan bahwa sedikitnya 517 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan AS, dengan 35 korban luka di antaranya merupakan perempuan dan 19 korban luka lainnya adalah anak-anak.
Dia menambahkan bahwa 28 prosedur bedah telah dilakukan terhadap para korban luka.
Dari angka tersebut, sebanyak 468 korban luka di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sekitar 32 pasien lainnya masih menjalani rawat inap.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat beberapa waktu terakhir, setelah Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi Teheran.
Selat Hormuz menjadi fokus perselisihan terbaru antara Iran dan AS, di mana kedua negara saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis tersebut..
Beberapa hari terakhir, pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sedangkan Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara tetangganya di kawasan Teluk.
Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan nota kesepahaman yang mengatur gencatan senjata antara Iran dan AS, yang dimediasi oleh Pakistan dan telah diteken kedua negara pada Juni lalu.
Lihat juga Video: AS Serang Iran Usai Piala Dunia, Balas Dendam 3 Prajuritnya Tewas
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kebijakan efisiensi belanja dalam pelaksana2026-09-13
Siswi SD di Lampung Timur Jadi Korban Perundungan, LPAI: Guru Jangan Hanya Mengawasi di Dalam Kelas
"Kami sangat menyesalkan adanya kejadian perundungan tersebut, karena perundungan ini akan membuat a2026-09-13
MPLS Sekolah Rakyat, Mensos: Pastikan Aman-Nyaman, Tak Ada Perpeloncoan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan kepada semua pihak untuk menciptakan suasana2026-09-13
Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
Kaburnya seorang peserta tur asal Madiun bernama Femas saat mengikuti open trip Korea Selatan menja2026-09-13
Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Praperadilan Lagi, KPK Bilang Begini
KPK merespons tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour2026-09-13
Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam
Polisi mengerahkan 389 personel untuk mengamankan Konser Akbar 2026 di Monumen Nasional Jakarta Pus2026-09-13

Komentar Terbaru