Jelang Wajib Halal Oktober, BPJPH Gelar Halal Market 2026

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menggelar Jakarta International Halal Market 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem produk halal Indonesia menuju implementasi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Imam Bonjol-Bundaran HI, menjadi bagian dari rangkaian IMT-GT Regional Halal Forum 2026.
Acara tersebut dihadiri perwakilan negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle , perwakilan kedutaan besar, atase perdagangan, hingga pelaku industri halal dari dalam dan luar negeri. Melalui kegiatan ini, BPJPH mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memperluas peluang produk halal Indonesia di pasar regional dan global.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan penguatan sektor halal membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, akademisi, komunitas, hingga mitra internasional.
"Kolaborasi adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi besar produk halal. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga halal, masyarakat, dan mitra internasional, kita tidak hanya menyukseskan implementasi kewajiban sertifikasi halal Oktober 2026, tetapi juga menjadikan sektor halal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, memperluas akses pasar produk halal kita di dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu . .
Lebih lanjut ia menjelaskan JIHM 2026 juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama melalui deklarasi dukungan implementasi kewajiban sertifikasi halal. Deklarasi tersebut dilakukan melalui penandatanganan banner dukungan oleh para pemangku kepentingan halal dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Lembaga Pendamping Proses Produk Halal , Lembaga Pemeriksa Halal , Pendamping Proses Produk Halal , Auditor Halal, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Selain deklarasi, BPJPH juga menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada perwakilan pelaku Usaha Mikro dan Kecil serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi . Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan Jaminan Produk Halal di berbagai sektor. Hingga saat ini, sebanyak 10.000 SPPG telah memiliki sertifikat halal untuk memastikan layanan penyediaan pangan memenuhi standar halal.
JIHM 2026 juga menghadirkan berbagai tenant produk halal unggulan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sejumlah pelaku UMK Indonesia turut memperkenalkan produknya kepada masyarakat serta delegasi internasional yang hadir.
Melalui ajang tersebut, BPJPH berharap kolaborasi antarnegara dan antar-pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat industri halal, sekaligus membuka peluang bagi produk halal Indonesia untuk berkembang di pasar dunia.
Lihat juga Video: BPJPH Beri Apresiasi untuk Supermarket Asing Bersertifikat Halal
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, meninggal dunia. Pemerintah Indonesia melalui2026-07-29
Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjam2026-07-29
Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas
Diistirahatkan dari Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali KelasKepala Sekolah SD Negeri 8 Lubuklinggau, Rusma2026-07-29
Thom Haye Sanjung Fasilitas Bali United Training Center, Singgung Punya Persib
“Saya pikir sejauh ini luar biasa. Jika Anda melihat fasilitas tempat kami berlatih, lingkunga2026-07-29
KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
KPK memulai penyidikan baru terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif2026-07-29
Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan
Jika hingga kini masih ada ijazah yang berada di perusahaan, hal itu merupakan bagian dari proses ad2026-07-29

Komentar Terbaru