Merapi Belum Aman Didaki, BPPTKG Ungkap Risiko Erupsi Eksplosif

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belum merekomendasikan aktivitas pendakian Gunung Merapi.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa dalam radius tiga kilometer Gunung Merapi tidak boleh ada aktivitas. Sebab masih ada potensi bahaya erupsi eksplosif.
Menurut dia, erupsi eksplosif material Gunung Merapi bisa sampai ukuran bongkahan sebesar 20 sentimeter. Ini merupakan ukuran material erupsi yang sangat membahayakan bagi manusia.
"Untuk itulah aktivitas pendakian belum kami rekomendasikan sampai dengan saat ini," kata Agus dalam rapat koordinasi penanganan pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026).
Potensi erupsi Merapi
Menurut Agus, potensi untuk terjadinya erupsi eksplosif Gunung Merapi masih cukup besar dan guguran awan panas yang masih intensif sampai dengan saat ini jumlahnya ratusan kali per hari.
"Jadi, dengan probabilitas kejadian erupsi eksplosif yang akan membahayakan para pendaki, maka kami belum menyarankan adanya pendakian," imbuh dia.
Meski ada wilayah yang dominan, katanya erupsi eksplosif Gunung Merapi menyasar ke semua arah.
"Potensi bahayanya itu kan melingkar ya, ke segala arah. Karena dia eksplosif. Bisa ke segala arah. Satu kali erupsi itu ke semua arah memang akan ada arah dominan, yang itu bisa tergantung oleh arah mata angin," tandas dia.
"Pada prinsipnya, ancaman bahaya erupsi eksplosif itu ke segala arah. Sehingga sifatnya radius. Jadi tidak ada sektor tertentu untuk ancaman bahaya erupsi eksplosif. Jadi di daerah mana pun, di sektor mana pun ketika dia di dalam 3 kilometer, itu masih berbahaya," sambung dia.
Bongkahan batu sampai Pasar Bubrah
Menurut dia, erupsi eksplosif sudah terjadi lebih dari 20 kali sejak 2012.
Tetapi yang sering terjadi adalah erupsi freatik. Beberapa kali kejadian erupsi mengarah ke utara.
"Jadi itu memang tidak ada, apa istilahnya, arah tertentu. Dari arah erupsi eksplosif itu. Bisa ke utara, bisa ke selatan gitu. Jadi, memang karakternya seperti itu. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan bahwa arah utara itu steril," kata dia.
"Nyatanya sudah sering, beberapa kali terjadi. Contohnya kejadian tahun 2013. Itu terjadi erupsi eksplosif dan bongkahan batu itu sampai di Pasar Bubrah yang dalam radius 1 kilometer," imbuh dia.
Artikel Terkait

Setahun Diuji, Ini Alasan Baterai Solid-State Belum Dipakai ke Mobil
Dok. Jdpower.com Ilustrasi baterai solid stateChina sendiri mulai mempercepat komersialisasi teknolo2026-07-29
Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Pastikan MBG Berjalan Lancar
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memastikan Pemerintah Provinsi Lampung mengawal secara lang2026-07-29
Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah, 2 Tersangka Diperiksa Polda NTB
Dua tersangka kasussantri terbakar diPondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW2026-07-29
Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Pembaruan
Oleh sebab itu, ia getol menyeruakan perbaikan NU lewat pemilihan calon ketua umum Pengurus Besar Na2026-07-29
Eks Jenderal Nilai Operasional TNI Akan Terganggu jika Anggaran Pertahanan Dikurangi
Dia kemudian menjelaskan TNI telah mengajukan tambahan anggaran untuk tahun 2027 ke DPR, dengan tota2026-07-29
Ketum Dekopin: Baru di Era Presiden Prabowo Gerakan Koperasi Dapat Perhatian
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Bambang Haryadi menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presi2026-07-29

Komentar Terbaru